Kominfo Akan Blokir WA, IG dan FB, Nitizenpun Marah - Owinie.com

Kominfo Akan Blokir WA, IG dan FB, Nitizenpun Marah

17 July 2022

Kemkominfo akan memblokir perusahaan teknologi seperti Watts App, Facebook, dan Instagram apabila mereka tidak mendaftar sebagai PSE (penyelenggara  sistem elektronik ). Tentu saja hal ini memancing kemarahan  internet dan netizen di Indonesia memprotes kebijakan tersebut.
Netizen menganggap aturan ini sebagai ancaman privasi sebagai pengguna platform. Netizen ramai-ramai membanjiri kicauan pakar keamanan siber dan pendiri Ethical Hacker Indonesia, Teguh Aprianto, yang  memaparkan implikasi dari penegakan aturan tersebut.

“Jika platform ini bergabung untuk pendaftaran, mereka akan melanggar kebijakan privasi mereka sendiri dan mengancam pengguna,” seperti di sampaikan Teguh Aprianto kepada Twitter, Minggu (17/7).

Teguh  juga memaparkan kausal masalah Peraturan Departemen Komunikasi Nomor 10 Tahun 2021 tentang Perubahan Nomor 5 Tahun Peraturan Dinas Komunikasi dan Informatika Tahun 2020 Tentang PSE Lingkup Swasta. Pasal yang dimaksud adalah Pasal 9 (3) dan (4), Pasal 14 (3), dan Pasal 36.

Pasal ini diyakini membatasi kebebasan berekspresi dan berpendapat. Netizen pun percaya bahwa aturan ini bisa mengancam privasi mereka.

Reaksi Nitizen

Southeast Asian Freedom of Expression Network (SAFEnet) juga menyampaikan kritiknya dan meminta warga untuk menandatangani dengan tagar “Surat Protes Netizen” kepada Departemen Informasi dan Komunikasi.

@safenetvoice menulis, “Tolong tunjukkan kepada @kemkominfo bahwa Anda tidak setuju dengan aturan yang merugikan komunitas.”

Pusat Penelitian Media & Komunikasi Remotivi juga memprotes kewajiban WhatsApp, Instagram, dan Google untuk mendaftar ke Departemen Komunikasi. Melalui akun Twitter mereka @remotivi, mereka menilai aturan karena akan membuat banyak orang kesulitan secara finansial.

@remotivi menulis, “Apakah Anda tahu berapa banyak platform ini akan diblokir dan kehidupan mereka akan terganggu? Apakah Anda salah satu yang terpengaruh? # Protesnetizen”.

Sebelumnya, Departemen Komunikasi dan Informatika mengungkapkan bahwa perusahaan teknologi yang beroperasi di Indonesia akan diblokir jika tidak terdaftar di PSE. PSE, sebaliknya, menyediakan, mengelola, dan/atau mengoperasikan sistem elektronik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama kepada pengguna sistem elektronik, tergantung kebutuhannya dan/atau kebutuhan pihak lain.

👉 Trending:  WordPress Shortcodes

Produk teknisi yang masuk daftar PSE antara lain Google, Facebook, WhatsApp, Twitter, Instagram, Telegram, TikTok, dan hingga YouTube. Ada platform musik seperti Spotify dan Joox, serta platform game seperti berbagai marketplace, layanan streaming video, PUBG Mobile dan Mobile Legend.

Menteri  Komunikasi dan Informartika Johnny G Plate mengatakan perusahaan yang tidak mendaftar untuk PSE pada 20 Juli 2022 akan dianggap ilegal. “Saya tegaskan PSE akan selalu unregistered jika ada kesalahan dalam prosedur registrasi,” kata Johnny dalam jumpa pers. “Jika terus beroperasi tanpa registrasi, tidak ada bedanya dengan bisnis ilegal.”  saat pertemuan di kantor Kominfo di Jakarta beberapa waktu lalu.